Thursday, 16 January 2020

Mama Back to Work!

Memang saya sudah merencanakan kalau saya ingin mengurus anak saya sendiri selama 1 tahun atau 2 tahun. Ditahun pertama Caca, akhirnya saya memutuskan untuk melamar pekerjaaan kembali. Bagi saya bekerja sebagai seorang wanita bukanlah wajib, tapi perlu. Mengapa? Saya adalah anak yang disekolahkan ayah ibu saya sampai pergiruan tinggi, bukan hanya supaya berguna untuk keluarga namun untuk lingkungan yang lebih besar. Lagipula saya senang mengajar. Hanya mengajar anak di rumah terkadang membosankan. Saya senang mengajar anak lebih banyak (sebuah kelas yang cukup besar). Memang keberuntungan saya atau memang Tuhan mengizinkan saya untuk kembali pekerja. Suatu hari saya melamar pekerjaan sebagai guru, sehati kemudian saya dipanggil untuk interview. Seminggu kemudian saya sudah tanda tangan kontrak kerja. Saat itu juga saya kelimpungan.. 3 hari lagi saya sudah masuk kerja dan saya belum mendapatkan pengasuh untuk anak saya. Mencari pengasuh yang cocok dan baik tidak mudah bukan? Akhirnya hari itu juga saya mencari daycare sekitar tempat saya bekerja, dan akhirnya saya langusng hai itu juga saya mendaftarkan anak saya di daycare tersebut. Daycare tersebut sedang discount 20% untuk biaya pendaftaran (lucky me!). Lalu di hari Senin pertama saya masuk kerja, anak saya titipkan di daycare. Karena hari pertama, dan pertama kali pula Caca pisah 2 jam lebih dengan saya, saya minta suami saya utnuk pantau Caca 2-3 jam di daycare. Untuk menceritakan pula bagaimana Caca di daycare. Saya tidak menyimpan susu perah karena memang sebagai full time mom, saya jarang sekali memerah susu. Anak saya langsung menyusu dada saya. Semalam sebelumnya saya memrah susu tapi entah kenapa saya cuma 50ml padahal saya meyakini ASIP saya itu banyakkk. Mungkin karena suasan ahati yang tidak menentu, hari pertama meninggalkan anak dengan orang asing dan hari pertama di lingkungan kerja baru. It's not an easy situation, though. Mungkin itu yang membuat produksi  ASI saya lumayan drop. Saya berusaha tenang. Berkali-kali saya mengucapkan dalm hati: Everything will be OK. God bless us.. Berkali-kali!!! Memang benar, jangan pernah meremehkan working mom. Memang dia tidak kelelahan atau kerepotan mengurus anaknya 24 jam full. Tapi dia akan berdoa lebih kuattt untuk penjagaan anaknya.. Apalagi anak yang dititipkan di orang asing.

Mendengar cerita dari suster Caca dimana Caca teriak minta nenen sepanjang siang, sayapun jadi sedih. Karena sudah terbiasa tidur di dada ibunya, ini merupakan perubahan dan tantangan yang cukup besar untuk Caca. 3 hari Caca menangis seharian di daycare (menurut cerita susternya), cukup seminggu beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi guru di daycare, Caca termasuk cepat beradaptasi. Ada anak yang berminggu-minggu menangis terus mencari mamanya. Puji Tuhan, everything's going well.

Setiap hari, guru Caca mengirim dokumentasi kelas by wa. Bagi yang mau melihat silahkan buka post Kegiatan Caca di DayCare.