Tuesday, 3 March 2015

Pregnancy fatigue begins: Part 1

Begitu tau hamil, saya masih banyak makan.. Malah nafsu banget, biarpun ga nimbang, saya merasa kalau saya nambah BB sekitar 1kg. Terakhir cek di obygyn sih berat saya 62kg. Berarti naik 1kg setalah menikah. Biarpun makan banyak, saya merasa kurang bertenaga. Pegal, lemas. Begitulah bagai orang masuk angin.. Saya minum asam folat (folac) dan obat penguat kandungan (ultrogestan) itu yang diberikan obygyn pertama itu. Tapi saya masih merasa kurang yaa. Saya butuh penambah darah. Saya mau beli Sangobion, tapi pengen konsultasi dulu ke dokter, biarpun di kemasan Sangobion itu sendiri ga ada tulisan larangan untuk wanita hamil dan malah ada tulisan kandungan asam folat. Karena saya males balik lagi ke obygyn (antara males dan duit lagi), sebulan setelah cek kandungan di RS Tambak, saya ke bidan di puskesmas terdekat, di puskesmas Cempaka Putih. Itu pertama kali saya ke puskesmas, jadi saya minta temani suami. Saat disana, saya langsung daftar bidan dan harus langsung bayar. Biayanya?? 3000 ajahhh. Itu juga karena saya ga punya BPJS. Kalau punya, gratis x ya.. Mungkinnnn. Puskesmasnya sih cukup bersih dan luas, 3 lantai, ga seperti puskesmas lain yang saya lihat dan bayangkan sebelumnya. Cuma yaitu, rame! Saya ga suka karamaian. Begitu naik ke lantai khusus kandungan, BB dan TD saya dicek oleh suster. Persis seperti di RS Tambak sebelumnya. Dan saya dikasih buku ibu hamil. Covernya warna pink gitu, dan harus dibawa kemanapun saya cek kandungan. Saya jadi ingat, koq di RS Tambak kemarin saya ga dikasih buku ibu hamil ya.. Yawdlah, next visit saya akan tanya buku hamilnya.

Begitu masuk ruangan, ada si ibu bidan, dengan nama Ibu Muchniar, dengan 1 asisten sedang duduk, ibu bidan tanya keluhan saya. Lalu 1 asisten lainnya langsung menyuruh saya berbaring dan mengecek perut saya dengan tangan tanpa alat. Si ibu bidan tetap duduk ditempat sambil mencaatat sesuatu. Tadinya si asisten itu mau pakai alat pemeriksa jantung baby itu loh.. Tapi kata si ibu bidan, 'apa yang mau didengar, baru 8 minggu..'. Jadi si asisten cuma memegang perut saya. Setelah itu, saya diberi resep vitamin yang harus diambil di apotik puskesma lantai 1. Ada juga resep bitamin, entah apa itu, yang haris ditebus di apotik k24 Cempaka Putih. Sempat mikir, kenapa harus disitu, tapi yawdlah ya. Saya kan belum pernah nebus obat di apotik puskesmas, jadi banyak tanya ini itu. Kata petugasnya, taruh aja resepnya, nanti namanya dipanggil. Saya udah menyiapkan duit sih, tapi mikir pasti harga obat dan vitaminnya ga mahal, kan ini puskesmas.. Begitu nama saya dipanggil, saya diberi tahu ini obat apa dan cara pemakaiannya. Lalu memberikannya ke tangan saya. Ternyata gretong ya bokkk. Norak yaaa gw.. Yg diberikan itu asam folat, penambah darah dan kalsium. Tanpa merk. Cuma tulisan asam folat, penambah darah, kalsium.. Itu pasti obat generik kannn... Nah karena saya tetap takut minum vitamin tanpa merk itu.. Maklum saya belum pernah minum vitamin tanpa merk.. Saya minum penambah darahnya aja. Saya pikir bentuknya persis seperti Sangobion. Dannn yang saya rasakan saya setelah minum itu agak segar dikit, biarpun masih keliyengan.

Hari berlalu, saya mulai berasa tambah mual.. Ga nafsu makan. Saya sudah tebus vitamin yang diberikan bidan, tapi setiap minum itu malah tambah mual, bahkan muntah. Tiap cium bau makanan, eneg. Dipaksa makan, muntah. Akhirnya saya rencana ke obygyn yang berbeda.. Setelah googling dan tanya teman tentang obygyn yang bagus, saya mendapat satu nama. Dia praktek di RS YPK Menteng dan RS Carolus. Karena RS Carolus itu dekat banget dengan kostan saya, saya pilih RS Carolus. Karena ga ngerti, saya ga pakai daftar dulu. Saya cek itu dokter prakterk hari apa dan jam berapa. Langsung saya datang di hari dan jam itu. Begitu sampai sana, saya berniat daftar dan kata petugas pendaftaran, ibu harus menelpon dulu untuk daftar seminggu sebelumnya karena pasien hanya dibatasi 30 orang.. Dan ini sudah full. Nah loh.. Iya yah.. Kalau di RS Tambak kemarin kan saya datang ke obygyn mana saja yang available. Kalau ini, saya maunya dokter itu dan dokter itu sudah penuh begitu saya datang. Tapi karena saya sudah terlanjur datang, saya dikasih kesempatan dan diberi nomor tambahan, nomor 31! Sedangkan begitu antri, itu baru nomor 15. Zzz.. Karena salah saya, yawd saya sabar menunggu dari jam 6:30 sampai 10 baru dipanggil. Syabaaar kakakkk.. Mana saya sendiri karena suami masih ada rapat. Suami bilang mau nyusul. Pas banget, suami dateng, saya dipanggil.. Nah ketemu deh dengan dokternya..

To be continued..

When I knew I was pregnant for the 1st time

Seperti kebanyakan pasutri baru lainnya, pasti ingin sekali punya anak begitu menikah. Biarpun ada juga yang sengaja menunda dengan alasan tertentu. Sebagai pasangan yang sudah lama banget pacaran, 7 tahun lebih, saya dan suami saya pengen banget langsung punya anak. Nah, mulai saat itu saya rajin cari info dari manapun bagaimana caranya supaya cepat hamil. Mulai dari browsing internet, baca, mampir forum bumil, tanya teman dll. Akhirnya setelah mendapat jawaban, cara cepat untuk hamil, yang langsung saya share dengan suami saya dan kami praktekan. Dannn, berhasil! 3 minggu setelah menikah, mertua saya (ayah suami) meninggal. Saat itu, sebagai istri orang Batak Toba, yang masih sarat dengan adat, adat menguburkan orang meninggal pun panjang dan cukup melelahkan. Sebelum itu, memang kami cukup capek bolak-balik RS menjaga mertua yang dirawat disana. Biarpun saya ga pernah menginap di RS, tapi saya jadi lumayan pegal linu karena cukup sering duduk dilantai menemani mertua perempuan yang jaga disana juga. Singkatnya, setelah hari-hari yang melelahkan dari beliau kritis sampai meninggal dan dikubur, saya merasa badan saya capek banget-banget. Dan merasa seperti masuk angin. Saya pikir memang efek dari hari yang melelahkan itu. Akhirnya saya seperti biasa, saya minum tolak angin dan nempel koyo di punggung, macam nenek-nenek. Dan saya juga merasa seperti sakit perut, seperti mau haid padahal baru saja selesai haid. Karena saya dapat info bahwa pasutri yang baru menikah dan berencana punya anak itu harus sehat, saya sudah rajin konsumsi asam folat dari vitamin dan susu saat itu. Saya juga banyak makan buah agar tidak sakit.

Beberapa minggu kemudian, dimana jadwal saya haid, saya belum juga haid. Senang donk.. Jangan-jangan saya hamil. Saya langsung beli testpack dan mencobanya, ternyata garisnya satu (negatif). Syedihhh.. Dan saya berpikir memang telat saja. Seminggu kemudian, tamu bulanan tak kunjung datang. Saya coba beli testpack lagi dengan merk yang sama. Dan zzz... Masih negatif. Saya tanya beberapa teman, teman menyarankan untuk langsung ke obygyn saja. Mereka juga menasehati jangan terlalu stress memikirkan hal punya anak itu, harus dibawa santai. Karena saya takut di PHP-in keadaan, jadi saya ke dokter umum dulu untuk cek kondisi kesehatan saya. Saat itu diperiksa dan diberi resep obat paracetamol. Saya cerita ke dokter, saya curiga kalau saya hamil, biarpun saya sudah testpack hasilnya negatif. Dari situ, dokter menyarankan untuk langsung test urin atau langsung cek ke obygyn. Dokter itu sendiri (perempuan) cerita memang ada beberapa wanita, termasuk dirinya sendiri, baru ketahuan hamil setalah sebulan, 2 bulan usia kandungan dan tidak terdeteksi dari testpack karena kadar HCG dalam urin dia rendah. Supaya pasti, disarankan langsung USG rahim di obygyn. Ok deh. Saya semangat dan mulai pede untuk ke obgygn di hari ke 11. Saya langsung ke RS Tambak karena dekat dengan kost. Tanpa daftar dulu, langsung datang pagi harinya dan daftar pasien baru untuk obgyn mana saja yang available saat itu. Karena sejujurnya... Saya sudah tidak sabar.. Hehe.. Suami saya yang menemani saya santai saja. Saya sudah cerita berkali-kali mungkin saja saya hamil, tapi dia sendiri ga percaya, karena sudah testpack 3x hasilnya negatif. Dari wajah dia sih, ga berharap banget.. Saya tau banget wajah dia klo lagi ngarep itu gimana.

Ga pake nunggu lama, dokternya, yang bernama dr. Priyo Yudhosari, SpOG, baru aja datang, kita sih yang kepagian.. 1 pasien lain masuk ruangan dia. Saya mengisi form pasien baru, cek BB dan TD dibantu oleh suster. Setelah itu kami masuk. Saya cerita singkat ke dokter itu bahwa saya sudah telat haid 10 hari tapi saat ditestpack, hasilnya negatif. Beliaupun menanyakan tanggal terakhir saya haid. Saya langsung disuruh berbaring dan dia bilang untuk cek dengan transvaginal supaya terlihat dengan jelas. Saya iya-iya aja, pokoqnya ngarep aja yang terbaik. Pertama kali merasakan USG Transvaginal, itu.. Discomfort. Alat berbentuk batang yang dilapisi kondom dan gel oleh suster, langsung dimasukkan ke dalam alat kelamin saya.. Yawdlah, kalau memang harus begitu. Dan benar kann... Kata dokter saya hamil! Usia kandungan 4 minggu. Puji Tuhan! Tau ga rasanya.. Emg sudah 5 bulan yang lalu, tapi saya masih ingat jelas betapa bahagianya saya dan saat itu melihat wajah suami saya yang juga begitu bahagia. Antara percaya dan ga percaya. Setelah itu, seperti biasa, dokter memberi uapan selamat dan bilang mungkin memang belum terlihat ditestpack dengan alasan 1. Kadar HCG aku rendah. 2. Testpack yang aku pakai itu produk gagal.. Lahhh.. Testpacknya yang menong koq dan merk terkenal. Ganti 3x pula, biarpun dengan merk yang sama. Kacau donk kalau benar produk gagal.. Jadi saya lebih mengacu ke alasan yang pertama. Memang kadar HCG dalam urin saya rendah dan itu biasa, banyak wanita yang begitu. Dokter menyarankan untuk mengurangi makan pedas, kopi/teh dan memberi resep obat penguat (ultrogestan) dan asam folat (folac). Setelah itu kami membayar di administrasi.. Bokkk, lihat angkanya, kemudian saya hening.. 1.2 juta sajah sodarah-sodarah.. Saat saya lihat kuitansi, yang membuat mahal itu obat penguat. Transvaginal dan asam folat itu sendiri masih wajar menurut saya. Saking bahagianya, suami saya santai dan terkesan tidak peduli, dia langsung mengeluarkan uang dari dompetnya. Kaget juga dia sudah siap dengan uang segitu, saya pikir akan gesek dan kami tidak dicover asuransi manapun. Intinya, kami tidak peduli, karena kebahagiaan mengetahui saya hamil, menyelimuti pikiran kami. Mungkin saat itu saya merasa ga napak tanah saking senangnya (lebay). Setelah ambil resep di apotik, suami langsung mengabarkan mama dia dan mama saya. Saya sendiri langsung sms papa saya. Mereka turut bahagia mendengarnya dan menasehati untuk jaga kesehatan dan jangan terlalu diumbar dulu ke orang banyak.. Siappp! Apa aja deh nasehat orang tua, ikut ajaaa, kali ini nurut, daripada kenapa-kenapa. Nah ini dia.. Masa parno datang.. 

Ini dian foto hasil USG pertama si bebihhh.. Liat titik ini bagaikan liat 7 keajaiban dunia.. Ga bosen dipandang berhari-hari.. Mamak baru emang lebay..


Tuesday, 2 December 2014

Mother's Day

It is 28 years ago, while that woman expecting her first baby.. 28 years later, I am expecting my first baby. I am feeling what she was feeling at the time. So sick, nervous and excited at the same time. Angels are living in heaven, sing and praise the LORD. Because HIS love, HE leaves one, in the earth, so we can see, touch, talk to, cry and lean on, even angry and scream to. No matter what, that angel still understands us, still loves us and never leaves us, until the end of her time or our time. That angel is called a MOTHER.

Thank LORD for all angels in the world, all mothers in the world. Whoever they are, mother who are working a whole day to get money for their children, mother who are leaving their career to have time for their children, mother who gives up everything she has for their children. Woman who teaches us what a true love is, in many ways. HAPPY MOTHERS DAY:)

Thursday, 20 November 2014

Short story in the Friday morning

Being pregnant for the first time makes me like more religious. I pray every single of my step, when I swallow my food an drink, when I open my eyes and I close my eyes, and I think how far God is creating my baby and its part of body. God gives really great responsibility for me to take care of my self and a little creature in my tummy, and I admit I am afraid if I am failed. Reading the bible so that God shows to me to be calm, and just let Him make everthing happens. I never pray and read bible more often like this before😂. God may happy because of it, and I am really happy that I have something great to trust, to hear, to talk, to ask for help. Who else??? My mom, dad and husband and others, are just angels God provides to help me in the world, even since I was born. They try their best to make me happy, healthy and easy to do everthing. I really thank God for that. I am feeling sick, nervous and excited at the same time. Maybe the feeling will be greater when it is te due date. I like to write diary since I was little and blog when I grow up. All of my story I ever written, I hope it can be read by my children when they grow up so that they really know how is my feeling. I can't guarantee I can tell everything to them later, maybe I forget or I am not living in the world at the time. Who knows? I am afraid of death so soon, of course, everyone does. But what I am afraid most, I can't tell any stories to my children.

 
7 weeks and I am so happy. We are so happy. God bless:)

Thursday, 13 November 2014

Hedonic Treadmill

Hedonic Treadmill
Oleh: Anonymous

Pertanyaan: 
Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?
 
Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yg kemudian dikenal dengan nama: 
“hedonic treadmill”.

Gampangnya, hedonic treadmill ini adl seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.

Kenapa begitu? 
Krn ekspektasi n gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dg kenaikan penghasilanmu.

Dengan kata lain, nafsumu utk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dg peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju. Sebab nafsumu akan materi tidak akan pernah terpuaskan.

Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alphard. Ini mungkin salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi. Sebab harapanmu akan penguasaan materi juga terus meningkat sejalan kenaikan income-mu.

Ada eksperimen menarik: seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.

Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah.

Itulah efek hedonic treadmill: karena nafsumu terus meningkat, kebahagiaanmu seolah berjalan di tempat, meski income melompat 10 kali lipat. Atau bahkan dapat hadiah 5 milyar.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berhenti?

Disinilah relevan utk terus mempraktekkan gaya hidup yg minimalis, yg bersahaja: sekeping gaya hidup yg tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.

Sebagian lagi, mengubah orientasi hidup, makin banyak berbagi kebahagiaan dengan orang lain, teruji makin membahagiakan.

Prinsip hedonic treadmill adalah : more is better. Makin banyak materi yang kamu miliki makin bagus. Jebakan nafsu yg terus membuai.

Makin banyak mobil yg kamu miliki, makin bagus. Makin banyak properti yg kamu beli makin tajir. Godaan nafsu kemewahan yg terus berkibar-kibar.

Gaya hidup minimalis punya prinsip yang berkebalikan : less is better. Makin sedikit kemewahan materi yang kamu miliki, makin indah dunia ini. 

Gaya hidup minimalis yg bersahaja punya prinsip: hidup akan lebih bermakna jika kita hidup secukupnya, terlebih bisa membahagiakan orang lain. When enough is enough.

Prinsip hidup bersahaja, yg tidak silau dg kemewahan materi, mungkin justru akan membawa kita pada kebahagiaan hakiki.

Terlebih lagi, bila bisa bahagia bila melihat orang lain bahagia.

Sebab pada akhirnya, bahagia itu sederhana : misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga dan tersenyum mulai di pagi hari, lanjut membaca "makanan" spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas.

Selamat menemukan kebahagiaan yang bersahaja, kawan.

#Selfreminder #copas

Just be Good

What people do and say about you is none of your bussiness. People will die, you will die, everyone and everthing will die. Nothing lasts forever in this world. Happiness is just between you and God, nothing less and more, no one less and more. At last, everyone, you and me will go back to God. One day, you meet your God, you can not go back and change anything who have done in the world. May it will be the best regret a human can have. We don't want to have it, do we? Just be good.

Wednesday, 12 November 2014

Happy Father's Day!

Baru aja 2 hari yg lalu, Frans (suami saya) ngobrol dengan temennnya tentang hari Ayah ini, setelah liat muka saya lesu banget selama hamil. Itu karena saya mual seharian dan muntah, terutama saat minumm air putih setelah makan obat, ketika bangun tidur, melihat sesuatu yg kotor dan mencium bau yg menyengat. Suami saya bilang, itulah perjuangan seorang ibu, bahkan sudah mulai terasa perjuangannya ketika beberapa hari di dalam rahim, belum ketika melahirkan, menyusui dan seterusnya. Maka dari itu ada hari Ibu, tanggal 22 Desember. Lalu bagaimana dengan ayah, mengapa tidak ada hari Ayah? Apakah krn perjuangan dan pengorbanan ibu jauh lebih besar daripada ayah? Sebenarnya perjuangan dan pengorbanan ayah dan ibu terhadap anaknya itu sama saja. Yg berbeda adalah caranya. Memang sudah tertulis di segala kitan bahwa wanita akan merasakan sakit ketika mengandung dan melahirkan dan pria akan bertanggung jawab atas keluarganya. Saya merasakan sendiri, di masa kehamilan saya, suami saya banyak berjuang dan berkorban untuk saya dan calon bayi kami. Dengan cara terbaik yang ia bisa. Dan itu juga patut diperhitungkan. Dari cerita yg saya dengar dan saya alami sendiri, betapa besar cinta ayah saya kepada saya dan adik-adik saya, dan tidak dapat terbalaskan dengan apapun, sama seperti cinta kasih dr ibu saya. Kalau saya ceritakan apa yg ayah dan ibu saya lakukan untuk saya, akan butuh bertahun-tahun untuk menulis semuanya, saking banyaknya. Sama seperti prang tua lain di dunia ini. Sedangkan untuk suami saya, walaupun baru 3 bulan kami menikah, saya sangat berterima kasih padanya atas apa yg di telah lakukan, dan saya berharap itu tidak akan pernah berubah. Amin. Selamat hari Ayah untuk papa dan suami saya. Setiap hari saya bisa mengucapkan terima kasih pada kalian lewat doa-doa saya kepada Tuhan. Tuhan maha mendengar. Terima kasihku untuk kalian akan dibalas oleh Tuhan melalui berkatNya yang tercurah. Aminnn.